“Semarak Budaya Dunia! EBIFF 2025 Kalimantan Timur Sajikan Pertunjukan Internasional Spektakuler”
Kalimantan Timur — Atmosfer Kalimantan Timur terasa berbeda tahun ini. Warna-warni budaya dari berbagai penjuru dunia berpadu dalam satu panggung spektakuler dalam ajang East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025. Festival budaya bertaraf internasional ini resmi digelar dengan meriah, menghadirkan delegasi seni dari puluhan negara yang siap memperkenalkan tradisi dan tarian khas masing-masing.
EBIFF 2025 menjadi momentum emas bagi Kalimantan Timur untuk unjuk gigi di kancah budaya dunia. Ribuan masyarakat lokal hingga wisatawan mancanegara turut memadati lokasi acara yang tersebar di berbagai titik strategis seperti Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara. Selain pertunjukan budaya, festival ini juga menyuguhkan pameran kerajinan tangan, kuliner etnik, dan parade kostum tradisional yang memukau.
Tarian Dunia Bertemu di Borneo
Salah satu daya tarik utama EBIFF adalah keberagaman kesenian yang ditampilkan. Pengunjung disuguhkan tarian kecak dari Bali, zapin dari Kalimantan, hingga pertunjukan khas dari Korea Selatan, Polandia, Meksiko, dan India. Kolaborasi lintas negara juga terjadi dalam beberapa sesi, seperti pertunjukan musik gabungan antara gamelan dan orkestra dari Eropa Timur.
Penampilan luar biasa tersebut tidak hanya menghibur, namun juga membawa pesan penting tentang harmoni dalam keberagaman. Banyak penonton terlihat antusias, bahkan tak sedikit yang ikut menari bersama di akhir pertunjukan. Salah satu pengunjung, Sinta (28), mengaku takjub melihat suasana meriah yang jarang ia temui, “Rasanya seperti keliling dunia tanpa harus keluar negeri.”
Menarik Wisatawan dan Menggerakkan Ekonomi Kreatif
Gubernur Kalimantan Timur, dalam sambutannya, menyatakan bahwa EBIFF bukan hanya ajang pertunjukan seni, melainkan juga bagian dari strategi promosi budaya dan pariwisata. Festival ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan dan investor ke Borneo, serta memperkuat identitas budaya lokal.
“EBIFF 2025 adalah cermin semangat inklusivitas, sekaligus cara kita memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Timur kepada dunia,” ujar Gubernur. Ia juga menyampaikan bahwa festival ini melibatkan pelaku UMKM, seniman lokal, dan generasi muda yang berperan penting dalam menyukseskan setiap rangkaian acara.
Pihak penyelenggara mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah pengunjung dibandingkan tahun sebelumnya. Hotel-hotel di sekitar lokasi acara pun dilaporkan mengalami okupansi tinggi, membuktikan dampak positif acara ini terhadap sektor perhotelan dan ekonomi kreatif.
Antusiasme Global dan Harapan ke Depan
Delegasi dari negara peserta menyambut baik EBIFF 2025 sebagai ajang pertukaran budaya yang bermakna. “Kami merasa dihargai dan disambut hangat di Kalimantan Timur. Acara ini memberi ruang untuk memahami budaya lain dengan lebih dalam,” ujar salah satu perwakilan dari Filipina.
Festival ini juga didukung oleh beberapa organisasi budaya internasional dan kementerian terkait, yang memastikan keberlangsungan acara serta peningkatan kualitas di tahun-tahun mendatang. Harapannya, EBIFF bisa menjadi festival budaya tahunan berskala global yang masuk dalam kalender pariwisata dunia.
Penutup:
EBIFF 2025 menjadi bukti nyata bahwa budaya bisa menyatukan perbedaan dan menciptakan ruang dialog antarbangsa. Dengan semangat kolaborasi dan pelestarian warisan budaya, Kalimantan Timur sukses menjadi tuan rumah festival yang bukan hanya megah secara visual, namun juga kaya secara makna.
Masyarakat kini menantikan kejutan EBIFF berikutnya — akankah lebih megah, lebih beragam, dan lebih mendunia? Kita tunggu tahun depan!