
Berau Masih Bergejolak: BMKG Mendeteksi 19 Gempa Susulan di Kalimantan Timur
Berau, Kalimantan Timur — Aktivitas seismik di wilayah Berau masih belum mereda. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa hingga hari ini, telah terjadi sebanyak 19 kali gempa susulan pasca gempa utama yang mengguncang kawasan tersebut pada akhir pekan kemarin.
Menurut laporan resmi dari BMKG, gempa susulan tersebut tercatat dengan variasi magnitudo kecil hingga sedang dan berpusat di laut, sekitar wilayah pesisir utara Kalimantan Timur. Rangkaian gempa ini merupakan bagian dari proses penyesuaian tektonik setelah gempa utama yang sempat membuat warga panik dan keluar dari rumah untuk mencari tempat aman.
Getaran Masih Terasa
Sebagian besar gempa susulan ini berada dalam skala kekuatan Magnitudo 2,5 hingga 4,1. Meski tidak semuanya terasa oleh warga, beberapa gempa sempat memicu kekhawatiran, khususnya di wilayah pesisir seperti Tanjung Redeb dan sekitarnya.
“Gempa susulan ini merupakan hal yang lazim terjadi setelah gempa utama. Masyarakat diimbau tetap waspada namun tidak panik” ujar Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangannya, Senin (14/7/2025).
Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG menegaskan bahwa seluruh gempa susulan tersebut tidak berpotensi memicu tsunami, karena kedalaman dan kekuatannya masih tergolong dangkal hingga sedang. Namun, masyarakat tetap diminta memperhatikan perkembangan informasi resmi dari BMKG dan tidak mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya.
“Kami terus memantau pergerakan lempeng di wilayah ini. Sampai saat ini, aktivitasnya menunjukkan pelemahan, meskipun belum benar-benar berhenti” ujar Daryono.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Sebagai langkah mitigasi, BMKG mengingatkan masyarakat agar mengecek kembali kondisi bangunan tempat tinggal mereka, terutama jika sebelumnya terdampak getaran gempa. Retakan struktural atau kerusakan ringan dapat menjadi titik rawan bila gempa kembali terjadi.
Warga juga diimbau untuk menyimpan barang-barang penting di tempat yang mudah dijangkau serta menyiapkan tas siaga bencana berisi perlengkapan darurat seperti air minum, obat-obatan, senter, dan makanan kering.
Edukasi dan Simulasi Diperkuat
Pemerintah Kabupaten Berau bersama BPBD dan relawan kebencanaan telah menggelar sejumlah edukasi dan simulasi evakuasi kepada warga di beberapa desa pesisir. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana susulan.
Kepala BPBD Berau, M. Yulian, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan tim siaga bencana di beberapa titik strategis dan memantau kondisi secara berkala. Ia menambahkan bahwa kerja sama lintas instansi menjadi kunci dalam menjaga ketenangan warga di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil.
Kesimpulan
Berau masih berada dalam fase aktif secara seismik pasca gempa utama yang terjadi beberapa hari lalu. Dengan 19 kali gempa susulan yang telah tercatat, BMKG mengingatkan bahwa potensi gempa susulan masih mungkin terjadi meski dengan kekuatan kecil.
Masyarakat diminta tetap tenang, namun terus waspada serta mengikuti perkembangan dari sumber resmi. Langkah preventif seperti memeriksa bangunan, menyimpan logistik darurat, dan mengikuti arahan BPBD sangat dianjurkan untuk meminimalisasi risiko jika terjadi gempa lanjutan.