BPJS Ketenagakerjaan Beri Perlindungan Penuh Kontingen KORMI Kalimantan Utara di FORNAS 2025
Makassar, 2025 — Dalam semangat mendukung kebugaran masyarakat dan menjunjung tinggi perlindungan sosial, BPJS Ketenagakerjaan secara resmi memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh anggota kontingen KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) Kalimantan Utara yang berlaga di ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII tahun 2025 di Makassar, Sulawesi Selatan.
Keikutsertaan KORMI Kalimantan Utara dalam FORNAS 2025 bukan hanya menjadi ajang pembuktian semangat dan kreativitas dalam olahraga rekreasi, tetapi juga menjadi cerminan bagaimana negara hadir untuk memberikan perlindungan menyeluruh bagi para pegiatnya. BPJS Ketenagakerjaan, sebagai badan penyelenggara jaminan sosial bagi pekerja Indonesia, menegaskan komitmennya dalam melindungi para atlet non-profesional dan relawan yang turut berkontribusi dalam kegiatan nasional ini.
Perlindungan Total untuk Semua Peserta
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tarakan, Andri Saputra, mengungkapkan bahwa sebanyak 150 anggota kontingen dari Kalimantan Utara telah resmi didaftarkan ke dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
“Meski kegiatan ini bersifat rekreasi, risiko tetap ada. Kita ingin semua peserta merasa aman dan terlindungi secara sosial. Mereka bukan hanya membawa nama daerah, tetapi juga membawa semangat kebugaran dan kebersamaan yang sejalan dengan nilai-nilai BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Andri dalam acara pelepasan kontingen di Tanjung Selor.
Dengan jaminan tersebut, seluruh peserta akan mendapatkan perlindungan jika terjadi risiko selama perjalanan, saat latihan, maupun saat berlomba di arena FORNAS. Mulai dari biaya pengobatan tanpa batas plafon sesuai kebutuhan medis, hingga santunan jika terjadi cacat atau meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, seluruhnya ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan.
Kolaborasi yang Menginspirasi
Ketua KORMI Kalimantan Utara, Rini Marlina, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyebut kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan adalah langkah strategis dalam memperkuat posisi pegiat olahraga rekreasi sebagai bagian penting dari pembangunan nasional.
“Dulu, mungkin hanya atlet profesional yang mendapat perhatian dan perlindungan. Tapi sekarang, pegiat olahraga rekreasi pun diakui keberadaannya dan diberikan hak yang sama. Ini bukti bahwa negara hadir untuk semua,” katanya.
Rini menambahkan bahwa kolaborasi ini juga meningkatkan rasa percaya diri dan semangat para peserta FORNAS, yang sebagian besar adalah masyarakat umum, pelajar, lansia, hingga komunitas-komunitas kecil yang menekuni olahraga tradisional dan rekreasi seperti senam, panahan tradisional, dan e-sport berbasis gerak.
FORNAS 2025: Lebih dari Sekadar Kompetisi
Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) merupakan ajang dua tahunan yang mewadahi berbagai cabang olahraga rekreasi dan tradisional. Berbeda dengan kompetisi olahraga profesional, FORNAS mengedepankan nilai kebugaran, keceriaan, dan partisipasi masyarakat dari segala usia dan latar belakang.
Tahun 2025 ini, FORNAS diadakan di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh Indonesia. KORMI Kalimantan Utara sendiri menurunkan kontingen di lebih dari 15 cabang olahraga rekreasi.
Dukungan dari BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya dalam bentuk perlindungan jaminan sosial, namun juga edukasi kepada para peserta tentang pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan, baik bagi pekerja formal, informal, maupun komunitas. Materi edukasi ini diberikan dalam bentuk sesi sharing, brosur interaktif, dan booth informasi yang tersedia selama ajang berlangsung.
Harapan untuk Ke Depan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) juga mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan ini. Kepala Dispora, H. Syamsudin, menyatakan bahwa sinergi antar lembaga seperti ini sangat penting untuk mendorong pembangunan sektor olahraga rekreasi dan kebugaran masyarakat yang berkelanjutan.
“FORNAS bukan hanya tentang medali, tapi tentang gaya hidup sehat, kebersamaan, dan inklusivitas. Perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan membuat kegiatan ini menjadi lebih bermakna dan aman bagi semua pihak,” ucap Syamsudin.
Ia berharap ke depan kerja sama semacam ini bisa diperluas ke seluruh komunitas olahraga rekreasi yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Utara, sehingga tidak hanya saat ajang nasional saja peserta mendapat perlindungan, tetapi juga dalam kegiatan latihan dan lomba sehari-hari di daerah.
Penutup
Langkah BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada kontingen KORMI Kalimantan Utara di FORNAS 2025 adalah contoh nyata hadirnya negara dalam mendukung dan menjaga masyarakat yang aktif membangun gaya hidup sehat. Semoga kolaborasi ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengedepankan aspek perlindungan sosial dalam setiap kegiatan olahraga masyarakat.