Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Balikpapan, Warga Kaget dan Berhamburan Keluar Rumah
Balikpapan, Kalimantan Timur – Guncangan gempa bumi dengan magnitudo 4,9 dirasakan cukup kuat oleh warga Kota Balikpapan dan sekitarnya pada Jumat pagi (18/07/2025). Kejadian ini sempat membuat panik warga yang sebagian besar masih berada di rumah, terutama di wilayah padat penduduk seperti Kecamatan Balikpapan Selatan dan Balikpapan Kota.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui rilis resminya menyebutkan bahwa gempa terjadi pada pukul 05.42 WITA. Episenter gempa berada di koordinat 1.23 Lintang Selatan dan 116.89 Bujur Timur, tepatnya di laut pada jarak sekitar 29 kilometer timur laut Balikpapan, Kalimantan Timur. Kedalaman gempa tercatat di 10 kilometer, tergolong gempa dangkal yang potensi getarannya bisa dirasakan cukup kuat di permukaan.
Guncangan Terasa di Sejumlah Wilayah
Menurut laporan sementara dari BMKG, guncangan gempa ini dirasakan di beberapa daerah dengan intensitas berbeda-beda. Warga di Balikpapan merasakan getaran selama 3–5 detik yang membuat beberapa benda ringan di rumah bergoyang.
“Awalnya saya kira ada truk besar lewat, tapi ternyata semua orang juga merasakan. Barang-barang di lemari sempat bergetar,” ujar Dwi, warga Perumahan Sepinggan Pratama.
Selain Balikpapan, gempa juga terasa di sebagian wilayah Penajam Paser Utara, Samarinda, dan Kutai Kartanegara. Meskipun getaran terasa, hingga berita ini ditulis belum ada laporan kerusakan bangunan secara signifikan maupun korban jiwa.
Tidak Berpotensi Tsunami
Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Rahmat Wibowo, menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk dalam kategori gempa bumi tektonik dangkal dan tidak berpotensi tsunami.
“Gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di wilayah darat Kalimantan Timur yang dikenal sebagai struktur geologi Mahakam Fold and Thrust Belt. Getarannya memang terasa cukup kuat karena kedalamannya dangkal, namun tidak memiliki mekanisme pembangkit tsunami,” terang Rahmat.
Meskipun demikian, BMKG tetap mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi. Hingga satu jam pasca gempa, telah terjadi satu kali gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil, yaitu 3,2.
Warga Panik dan Berhamburan
Kepanikan sempat melanda beberapa warga yang masih terlelap saat gempa terjadi. Banyak warga yang langsung berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. Di beberapa kompleks perumahan, anak-anak dan lansia terlihat berkumpul di halaman rumah dengan selimut.
“Saya langsung bangun karena kasur bergoyang hebat. Saya pikir ada yang guncangin tempat tidur, tapi pas lihat lampu gantung juga goyang, saya langsung ajak keluarga keluar,” kata Hendra, warga RT 12 Balikpapan Kota.
Situasi ini juga menyebabkan sempat terjadinya gangguan lalu lintas di beberapa ruas jalan karena warga berkumpul di pinggir jalan. Namun kondisi kembali normal dalam waktu kurang dari satu jam.
Tanggap Darurat dan Monitoring BMKG
Pemerintah Kota Balikpapan langsung menginstruksikan Dinas Tanggap Bencana untuk memantau kondisi di lapangan. Tim dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kalimantan Timur juga langsung bergerak melakukan pengecekan terhadap bangunan penting seperti sekolah, rumah sakit, serta fasilitas umum lainnya.
“Kami masih dalam proses asesmen. Belum ada laporan kerusakan serius, tapi kami tetap pantau perkembangan. Warga kami minta tidak panik namun tetap waspada,” ujar Kepala BPBD Balikpapan, Edi Nurhadi.
Sementara itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing informasi hoaks terkait gempa bumi maupun kemungkinan bencana susulan.
“Cek informasi resmi hanya dari kanal BMKG. Kami selalu memperbarui data melalui situs resmi, aplikasi, dan media sosial BMKG,” tegas Rahmat.
Edukasi dan Kesiapsiagaan Gempa Diperlukan
Momen ini kembali menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan, khususnya bagi masyarakat di daerah yang selama ini tidak terlalu dikenal sebagai wilayah rawan gempa seperti Kalimantan. Meskipun frekuensinya tidak sesering di wilayah ring of fire seperti Sumatra dan Sulawesi, nyatanya Kalimantan tetap memiliki potensi sesar aktif yang bisa menimbulkan gempa.
Pemerintah daerah diimbau untuk mulai memasukkan simulasi gempa dalam agenda rutin sekolah dan instansi, serta melakukan audit struktur bangunan agar tahan terhadap guncangan.
Kesimpulan
Gempa magnitudo 4,9 yang mengguncang Balikpapan pada Jumat pagi menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap bencana alam harus tetap dijaga di mana pun kita berada. Meski tidak menimbulkan kerusakan serius, guncangan ini cukup kuat dirasakan dan menimbulkan kepanikan warga. BMKG terus melakukan pemantauan dan memastikan bahwa situasi tetap aman dan terkendali. Warga diimbau untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi, dan terus memperkuat budaya tanggap bencana di lingkungan masing-masing.