Lima Delegasi Dishut Kalsel Raih Penghargaan Kehutanan 2025 dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali memberikan apresiasi kepada daerah yang menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia. Pada tahun 2025 ini, Kalimantan Selatan menjadi salah satu provinsi yang mendapat sorotan positif. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyerahkan penghargaan “Kehutanan Berkelanjutan 2025” kepada lima delegasi Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Selatan yang dinilai berhasil melakukan inovasi dan program unggulan di bidang konservasi, rehabilitasi, serta pengelolaan hutan berbasis masyarakat.
Komitmen Kalsel dalam Menjaga Hutan
Kalimantan Selatan dikenal sebagai provinsi yang memiliki kekayaan hutan tropis dengan keanekaragaman hayati tinggi. Namun, tantangan yang dihadapi cukup besar, mulai dari ancaman deforestasi, kebakaran hutan, hingga alih fungsi lahan. Dalam lima tahun terakhir, Dishut Kalsel aktif menjalankan berbagai program yang berfokus pada rehabilitasi lahan kritis, penegakan hukum lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.
Menteri LHK menyebut bahwa apa yang dilakukan Dishut Kalsel merupakan contoh nyata bagaimana pemerintah daerah bisa berperan aktif menjaga keseimbangan ekologi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami melihat ada inovasi yang sangat baik di Kalsel, mulai dari pengembangan hutan sosial, restorasi gambut, hingga digitalisasi tata kelola kehutanan,” ujarnya saat acara penganugerahan di Jakarta.
Lima Delegasi yang Diapresiasi
Penghargaan ini tidak hanya diberikan secara simbolis kepada institusi, tetapi juga kepada lima delegasi Dishut Kalsel yang dianggap memiliki kontribusi signifikan. Mereka adalah:
-
Delegasi Program Hutan Sosial – berhasil meningkatkan peran masyarakat dalam mengelola lahan hutan untuk pertanian berkelanjutan tanpa merusak ekosistem.
-
Delegasi Rehabilitasi Lahan Kritis – sukses merehabilitasi ribuan hektare lahan gundul dengan tanaman endemik lokal, sehingga meningkatkan daya dukung lingkungan.
-
Delegasi Digitalisasi Kehutanan – mengembangkan sistem informasi berbasis teknologi untuk memantau kondisi hutan secara real-time dan mencegah aktivitas ilegal.
-
Delegasi Restorasi Gambut – menjalankan proyek pemulihan ekosistem gambut yang sebelumnya rusak akibat kebakaran besar, sekaligus melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan.
-
Delegasi Edukasi dan Literasi Hijau – berfokus pada pendidikan lingkungan untuk generasi muda, melalui program sekolah hutan dan kampanye sadar lingkungan di wilayah pedesaan.
Dampak Nyata di Lapangan
Program-program tersebut tidak hanya memberi manfaat ekologis, tetapi juga sosial-ekonomi. Masyarakat sekitar hutan di beberapa kabupaten di Kalimantan selatan kini mendapatkan akses legal untuk mengelola lahan melalui skema perhutanan sosial. Hal ini membuka peluang ekonomi baru, seperti budidaya tanaman hutan, madu, rotan, hingga ekowisata.
Selain itu, rehabilitasi hutan juga membantu menurunkan risiko bencana alam, seperti banjir dan longsor, yang selama ini kerap melanda kawasan Kalimantan Selatan. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, program ini menjadi lebih berkelanjutan karena adanya rasa memiliki terhadap hutan yang dikelola.
Apresiasi dari Pemerintah Pusat
Menteri LHK dalam sambutannya menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras daerah dalam menjaga salah satu aset terbesar bangsa, yakni hutan. “Kalimantan Selatan berhasil menunjukkan bahwa pengelolaan hutan tidak hanya soal konservasi, tetapi juga soal kesejahteraan masyarakat. Ini sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang kita dorong,” katanya.
Harapan ke Depan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Kepala Dishut menyampaikan terima kasih atas apresiasi ini. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut akan menjadi motivasi tambahan untuk terus memperkuat kerja sama dengan semua pihak, termasuk masyarakat, lembaga swadaya, hingga dunia usaha.
Ke depan, Dishut Kalsel berencana memperluas program hutan sosial, meningkatkan investasi hijau, serta memperkuat sistem monitoring digital agar seluruh kawasan hutan dapat terpantau lebih baik.
Kesimpulan
Penghargaan Kehutanan 2025 yang diterima lima delegasi Dishut Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa upaya menjaga hutan bisa dilakukan secara nyata, terukur, dan berdampak positif bagi masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, harapan untuk mewujudkan hutan lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga semakin terbuka lebar.