Nanas Gantang Sampit: Ikon Baru Kalimantan Tengah yang Siap Mendunia
Kalimantan Tengah selama ini dikenal dengan kekayaan alamnya yang luar biasa. Dari hutan tropis yang lebat, hasil tambang, hingga potensi pertanian dan perkebunan yang terus berkembang. Namun kini, satu komoditas khas daerah kembali mencuri perhatian: Nanas Gantang Sampit. Buah lokal yang satu ini perlahan tapi pasti mulai menegaskan eksistensinya sebagai ikon baru Kalimantan Tengah, bahkan tengah dalam proses menuju sertifikasi Indikasi Geografis (IG) — sebuah pengakuan penting dalam dunia perdagangan dan perlindungan produk lokal.
Ciri Khas Nanas Gantang yang Membuatnya Berbeda
Nanas Gantang tidak seperti nanas pada umumnya. Buah ini memiliki ciri fisik dan rasa yang sangat khas, menjadikannya berbeda dari jenis nanas lain di Indonesia. Kulit buahnya berwarna kuning cerah dengan mata yang relatif dangkal, sehingga lebih mudah dikupas. Daging buahnya tebal, berwarna kuning keemasan, dan yang paling menonjol—rasanya sangat manis, hampir tanpa rasa asam, serta teksturnya renyah dan tidak terlalu berair.
Kondisi tanah gambut di daerah Sampit, serta iklim tropis khas Kalimantan Tengah, diyakini menjadi faktor utama yang membentuk cita rasa unik dari Nanas Gantang ini. Kombinasi ini tidak mudah ditiru di daerah lain, menjadikannya sebagai produk lokal yang eksklusif dan sangat potensial untuk dikembangkan.
Proses Menuju Sertifikasi Indikasi Geografis
Indikasi Geografis (IG) merupakan sertifikasi yang menandai bahwa suatu produk memiliki karakteristik khas yang terikat pada lokasi geografis tertentu. Sertifikasi ini memberikan perlindungan hukum terhadap penggunaan nama produk, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar nasional maupun internasional.
Saat ini, pemerintah daerah Kotawaringin Timur bersama petani lokal dan dinas terkait tengah mengajukan sertifikasi IG untuk Nanas Gantang Sampit. Proses ini meliputi pendataan varietas, dokumentasi sejarah, uji laboratorium terhadap kualitas, serta penyusunan peta wilayah geografis yang menjadi tempat tumbuh optimalnya.
Jika berhasil, Nanas Gantang akan resmi terdaftar dan diakui secara hukum sebagai produk asli Kotim, Kalimantan Tengah. Hal ini membuka peluang lebih besar untuk ekspor dan pemasaran ke pasar yang lebih luas.
Dampak Positif bagi Petani dan Ekonomi Lokal
Sertifikasi Indikasi Geografis bukan hanya sekadar pengakuan, tetapi juga peluang ekonomi nyata. Dengan IG, nilai jual Nanas Gantang bisa meningkat drastis. Produk dengan label IG biasanya dihargai lebih tinggi karena menjamin keaslian, kualitas, dan nilai budaya dari produk tersebut.
Hal ini tentunya berdampak langsung pada kesejahteraan petani lokal. Petani nanas di Sampit akan mendapatkan posisi tawar yang lebih kuat, tidak lagi hanya sebagai produsen bahan mentah, tetapi sebagai pelaku usaha yang memiliki produk premium. Selain itu, proses ini juga akan mendorong praktik pertanian yang lebih baik, mulai dari pembibitan, perawatan, hingga panen yang mengikuti standar kualitas tertentu.
Upaya Pemerintah dan Kolaborasi Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur memberikan dukungan penuh terhadap proses sertifikasi ini. Melalui Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan, berbagai pelatihan telah diberikan kepada petani untuk meningkatkan kualitas produksi dan memperkuat rantai pasok. Pemerintah juga menggandeng akademisi dan lembaga riset untuk memperkuat argumentasi ilmiah dalam pengajuan IG.
Tak hanya itu, keterlibatan masyarakat juga sangat penting. Semangat gotong royong dalam menjaga kualitas dan kelestarian nanas lokal menjadi kunci keberhasilan sertifikasi. Masyarakat di sekitar Sampit kini mulai menyadari bahwa Nanas Gantang bukan hanya komoditas biasa, tapi juga bagian dari identitas daerah yang harus dijaga dan dikembangkan.
Harapan Menuju Pasar Nasional dan Internasional
Dengan sertifikasi IG, bukan hal mustahil jika suatu saat Nanas Gantang Sampit bisa menjadi primadona buah tropis Indonesia di pasar dunia. Citra rasa unik dan eksklusivitas geografis membuatnya sangat potensial menembus pasar ekspor, khususnya di negara-negara yang menyukai buah tropis seperti Jepang, Korea Selatan, dan beberapa negara di Eropa.
Saat ini, beberapa pengusaha lokal bahkan sudah mulai merambah ke produk turunan seperti selai nanas, keripik nanas, hingga jus segar. Inovasi ini membuktikan bahwa Nanas Gantang memiliki fleksibilitas tinggi untuk dikembangkan dalam berbagai bentuk produk bernilai tambah.
Penutup: Dari Ladang Lokal Menuju Pengakuan Global
Nanas Gantang Sampit adalah contoh nyata bagaimana kekayaan lokal bisa menjadi aset nasional bahkan internasional jika dikelola dengan baik. Dalam waktu dekat, jika proses sertifikasi Indikasi Geografis berhasil, buah ini tak hanya akan menjadi kebanggaan warga Sampit, tetapi juga simbol prestasi Kalimantan Tengah dalam memperkenalkan potensi pertaniannya ke panggung dunia.
Kini, tinggal selangkah lagi menuju pengakuan resmi. Masyarakat, petani, pemerintah, dan pelaku usaha harus terus bergandengan tangan menjaga kualitas, memperluas promosi, dan membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan. Dengan begitu, Nanas Gantang tidak sekadar dikenal sebagai buah manis dari tanah Kalimantan—tapi juga sebagai produk unggulan Indonesia yang diakui secara global.