Peran Besar UNTAN untuk Kalbar: Dorong Pemerataan Dokter Umum dan Spesialis Lewat Kolaborasi Strategis
Universitas Tanjungpura (UNTAN) kembali menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Barat. Salah satu inisiatif unggulan yang sedang dijalankan adalah peningkatan mutu serta distribusi dokter umum dan dokter spesialis, yang dilakukan melalui kolaborasi strategis lintas sektor.
Kalimantan Barat selama ini dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tantangan besar dalam hal pemerataan tenaga medis, terutama di daerah-daerah terpencil dan perbatasan. UNTAN, melalui Fakultas Kedokterannya, mengambil langkah proaktif untuk menjawab tantangan ini dengan melibatkan berbagai pihak—mulai dari pemerintah daerah, rumah sakit rujukan, hingga Kementerian Kesehatan RI.
Distribusi Dokter yang Masih Belum Merata
Salah satu permasalahan krusial di Kalbar adalah kurangnya tenaga dokter, khususnya dokter spesialis, di luar kota besar seperti Pontianak. Beberapa kabupaten masih mengalami kekurangan dokter, yang berdampak pada kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Melalui program pendidikan dokter spesialis berbasis kolaborasi, UNTAN berusaha untuk melahirkan lebih banyak tenaga medis lokal yang memahami konteks sosial dan geografis Kalimantan Barat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan komitmen mereka untuk tetap mengabdi di daerah asal.
Kolaborasi yang Terintegrasi dan Berkelanjutan
Program ini bukan sekadar wacana. UNTAN telah menjalin kemitraan aktif dengan RSUD Soedarso, RS rujukan di kabupaten, dan juga Kementerian Kesehatan. Dalam kolaborasi ini, mahasiswa kedokteran tidak hanya belajar teori dan praktik klinis di kota, tapi juga diberi kesempatan rotasi dan magang langsung di daerah yang kekurangan dokter.
Wakil Dekan Fakultas Kedokteran UNTAN menyebutkan bahwa skema kolaboratif ini menjadi bentuk konkret dari semangat “membangun dari pinggiran.” Selain itu, sistem beasiswa dan ikatan dinas juga ditawarkan untuk menjamin keberlanjutan tenaga medis di lokasi penempatan.
Peningkatan Mutu Melalui Teknologi dan Pendampingan
Tidak hanya kuantitas, mutu dokter juga menjadi fokus utama. UNTAN bekerja sama dengan perguruan tinggi mitra di luar Kalimantan untuk menghadirkan pelatihan daring, supervisi jarak jauh, hingga pembaruan kurikulum berbasis teknologi dan kebutuhan lapangan.
Mahasiswa kedokteran juga mendapat bimbingan dari dokter senior dan tenaga pengajar yang sudah memiliki sertifikasi internasional. Dengan demikian, lulusan Fakultas Kedokteran UNTAN tidak hanya siap kerja, tapi juga siap menghadapi tantangan kesehatan global dan lokal.
Harapan untuk Kalbar yang Lebih Sehat
Masyarakat Kalbar tentu sangat menantikan dampak nyata dari upaya strategis ini. Pemerataan dokter umum dan spesialis bukan hanya soal statistik, tapi soal harapan—bahwa setiap warga, tanpa memandang lokasi, berhak mendapat pelayanan kesehatan yang layak dan bermutu.
Dengan langkah-langkah nyata yang dilakukan UNTAN dan mitra-mitranya, Kalimantan Barat kini memiliki peluang besar untuk memperbaiki ekosistem kesehatan secara menyeluruh. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan memberi manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.